Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 01.28 WIB

Aktivitas Kegempaan Naik, Status Gunung Talang di Solok Sumbar Berubah dari Normal jadi Waspada

Potret Gunung Semeru di hari keempat pasca erupsi, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Potret Gunung Semeru di hari keempat pasca erupsi, Sabtu (22/11). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Geologi meningkatkan status Gunung Talang yang berada di wilayah Solok, Sumatera Barat (Sumbar) dari Level I atau Normal menjadi Level II (Waspada). Keputusan tersebut diambil setelah Badan Geologi melihat peningkatan aktivitas kegempaan yang berpusat di gunung tersebut. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan bahwa aktivitas kegempaan Gunung Talang cukup signifikan. Keterangan tersebut disampaikan oleh Lana dalam keterangan resmi yang disampaikan pada Rabu (10/12). Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya ketidakstabilan kondisi vulkanik.

"Peningkatan ini didasarkan pada data gempa vulkanik dalam yang terus meningkat dan menunjukkan migrasi magma ke arah permukaan," terang dia. 

Dikutip dari pemberitaan Padang Ekspres, Gunung Talang adalah salah satu gunung api aktif di Sumbar. Gunung tersebut terdiri atas 2 kerucut. Yakni Talang Jantan di bagian timur dan Talang Betina di sebelah barat. Kedua kerucut itu terpisah jarak sekitar satu kilometer.

Komplek gunung api tersebut berada pada zona aktif Sesar Besar Sumatera, versinya pada Segmen Sumani dan Segmen Suliti. Karena itu, sangat sensitif terhadap pemicu tektonik. Dilihat dari catatan historis, gunung tersebut pernah erupsi pada 2005. Erupsi itu dipicu oleh gempa bumi tektonik Mentawai.

Berdasar pantauan visual dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Desa Lembang Jaya memang belum tampak perubahan drastis. Namun demikian, asap putih setinggi 10-75 meter terlihat di atas puncak. Dari data instrumental tercatat gempa vulkanik dalam terus meningkat sejak September 2024 hingga sepanjang 2025. 

Peningkatan terbesar termonitor pada periode 1–9 Desember 2025 dengan jumlah total 101 kali vulkanik dalam. Kemudian terdeteksi pula gempa tektonik lokal dengan kekuatan 4,7 skala richter pada 10 Desember 2025 hingga terjadi lonjakan tajam: gempa vulkanik dalam sebanyak 227. 

Melalui rekomendasi yang dikeluarkan oleh PVMBG, warga dan pengunjung dilarang mendekati area kawah dalam radius 2 kilometer dari Gunung Talang, termasuk Kawah Selatan dan Kawah Utama. Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi longsor di sekitar Kawah Selatan.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore